Selasa, 29 September 2009

Renungan Indah

. Selasa, 29 September 2009 .

Renungan Indah

W.S Rendra

Seringkali aku berkata:

Ketika semua orang memuji milikku

bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi mengapa aku tak pernah bertanya:

Mengapa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus ku lakukan untuk milik-Nya itu?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, ku sebut itu musibah

Ku sebut itu sebagai ujian

Ku sebut itu sebagai petaka

Ku sebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita!

Ketika aku berdoa, ku minta titipan yang cocok untuk hawa nafsuku

Aku ingin banyak harta, ingin lebih banyak mobil

lebih banyak popularitas dan ku tolak sakit, ku tolak kemiskinan

seolah semua 'derita' adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauhiku

dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Ku perlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih

Ku minta Dia membalas 'perlakuan baikku' dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari ku ucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah

'Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan...sama saja'

0 komentar:

 
www.diensar.co.cc is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com