Selasa, 29 September 2009

CERITA DI SEBUAH BANDARA

. Selasa, 29 September 2009 .

Di sebuah bandara, pesawat X jurusan Jakarta-Surabaya mengalami delay atau keterlambatan. Penyebabnya adalah kerusakan mesin dan memerlukan perbaikan yang cukup lama. Kemungkinan perbaikan itu hingga 1 hari lamanya. Kontan saja penumpang pesawat X jurusan Jakarta-Surabaya menjadi gempar.


Berbondong-bondong mereka menuju ke ruang manajer pesawat X untuk meminta pertanggungjawaban atas keterlambatan ini. Rata-rata mereka menjadi emosi dan gelisah.


“Bagaimana ini! Saya kan ada meeting penting bernilai milyaran rupiah hari ini. Kalau saya tidak datang, saya rugi besar! Apa kamu kira kamu bisa mengganti kerugian saya?” kata seorang bapak setengah baya kepada manajer pesawat X.


“Iya pak, kami tahu...tapi mau bagaimana lagi...” jawab sang manajer.


“Kami tahu...kami tahu bagaimana! Usahakan kek supaya cepat, saya beli tiket VVIP supaya cepat sampai Surabaya. Tapi yang saya dapat pelayanan kacangan kayak begini. Mananya yang profesional? Payah!” kata bapak itu sambil menggebrak meja. “Brakkk!”


Sang manajer hampir terloncat dari kusinya. Ia hanya terdiam, kemudian sang manajer berkata, “...untuk ganti rugi tiket Bapak, akan kami bayar penuh...”


“Tiket seperti ini,” kata bapak setengah baya itu, “Bisa saya beli sejuta lembar.” Kemudian bapak itu merobek-robek tiket itu di depan sang manajer dan mencampakkannya ke muka si manajer. “Aku muak!” tambahnya seraya meninggalkan kantor manajer sambil sebelumnya membanting pintu kencang-kencang. “Duarrr!!”


Kemudian satu per satu datanglah penumpang yang lain yang juga mengajukan komplain atas keterlambatan ini. Rata-rata mereka menumpahkan kemarahan dan kekecewaan atas pelayanan transportasi udara ini. Ada yang mencampakkan tiketnya seperti bapak setengah baya tadi, ada yang memaki-maki dan ada pula yang meminta ganti rugi setinggi langit.


Ketika suasana sudah tenang, sudah tidak nampak penumpang yang marah-marah di dalam kantor manajer, datanglah seorang kakek menemui manajer, “Selamat siang pak.”


Manajer, “Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu?”


Kakek, “Saya penumpang pesawat X yang mengalami keterlambatan itu.”


“Oh iya Pak, untuk ganti rugi tiket Bapak bisa dilakukan di loket kami Pak,” sambung manajer.


Kakek, “Oh tidak, saya ke sini bukan untuk menanyakan soal itu. Saya ke sini ingin mengucapkan terima kasih.”


Sang manajer setengah tidak percaya, di saat orang lain marah-marah lantaran pesawatnya terlambat, namun si kakek di depannya malah mengucapkan terima kasih. What’s up pikir manajer. “Mohon maaf bapak, boleh saya tahu mengapa bapak malah berterima kasih atas pengumuman keterlambatan ini?”


Kakek itu menjawab, “Sebagai penumpang sebenarnya saya juga kecewa karena tidak bisa segera berangkat. Tapi saya jauh lebih berterimakasih atas informasi keterlambatan ini dan kesigapan dari tim bapak mengontrol pesawat. Coba bayangkan seandainya pesawat itu tidak dikontrol, kemudian diijinkan terbang padahal mesin dalam keadaan rusak. Apa jadinya? Bisa jadi pesawat itu mengalami kebakaran dan lebih fatal lagi jika pesawat itu meledak di udara. Mungkin tidak ada satu pun dari penumpang pesawat itu yang selamat. Oleh karena itu saya harus menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberitahuan ini.“ Kemudian si kakek menjabat tangan manajer dengan erat, dan berpamitan, “Kalau begitu saya permisi dulu, saya mau menukar tiket ini dengan ganti rugi yang telah disediakan.”


Si manajer tertegun mendengar penuturan yang jujur dari si kakek. Sebelumnya ia sudah siap “disemprot” lagi, tapi ternyata si kakek menunjukkan simpatik yang amat dalam. Hati manajer ini menjadi cair dan haru. Lalu ia buru-buru bangkit dan mengejar si kakek.


“Bapak...bapak, maaf bisa tunggu sebentar...” panggil manajer.


Setelah manajer berhadapan dengan si kakek, ia berkata, “Maaf bapak, apakah bapak masih berkenan pergi ke Surabaya?”


“O ya tentu saja, saya tetap akan pergi ke Surabaya hari ini. Mungkin setelah ini saya akan terus ke stasiun kereta api,” jawab si Kakek.


Si manajer tersenyum lega, “Bapak, sebenarnya kita masih ada 1 pesawat lagi yang akan menuju Surabaya. Memang ini bukan pesawat penumpang, melainkan pesawat barang. Tetapi di dalamnya ada kursi penumpang sebanyak 12 buah. Kalau bapak berkenan, bapak nanti bisa naik pesawat tersebut. Kurang lebih ½ jam lagi pesawat nya berangkat. Mari Bapak ikut saya ke ruang lobi kami,” kata manajer.


“Alhamdulillah....” kata kakek penuh kelegaan. “Tentu saja saya bersedia pak.”


Setengah jam kemudian pesawat barang X berangkat ke Surabaya dan si kakek pun akhirnya bisa sampai ke Surabaya hari itu.


Bayangkan jika seandainya si kakek ini juga marah-marah seperti penumpang yang lain. Tidak mungkin si manajer menawarkan kursi padanya. “Look at the bright sight” dan “Positive Thinking” begitu kata pepatah, dan kata Ustadz, “Diambil hikmahnya.” Semua peristiwa atau kejadian sebenarnya selalu ada hikmahnya. Hanya seringkali manusia tidak bisa mengambil hikmah di balik semua peristiwa yang terjadi. Hanya satu alasannya mengapa seperti itu, karena kebanyakan manusia selalu mengedepankan ego-nya, aku-nya dan emosi-nya daripada berfikir secara positif dan logis.


Wallohu a’lam
(Sumber inspirasi ESQ Ary Ginanjar)

(Read More..)

Renungan Indah

.

Renungan Indah

W.S Rendra

Seringkali aku berkata:

Ketika semua orang memuji milikku

bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi mengapa aku tak pernah bertanya:

Mengapa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus ku lakukan untuk milik-Nya itu?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, ku sebut itu musibah

Ku sebut itu sebagai ujian

Ku sebut itu sebagai petaka

Ku sebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita!

Ketika aku berdoa, ku minta titipan yang cocok untuk hawa nafsuku

Aku ingin banyak harta, ingin lebih banyak mobil

lebih banyak popularitas dan ku tolak sakit, ku tolak kemiskinan

seolah semua 'derita' adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauhiku

dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Ku perlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih

Ku minta Dia membalas 'perlakuan baikku' dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari ku ucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah

'Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan...sama saja'

(Read More..)

Jumat, 28 November 2008

Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Keislaman

. Jumat, 28 November 2008 .

Hal-Hal Yang Dapat Membatalkan Keislaman

1. Menyekutukan Allah

2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai perantara doa dan permohonan syafa’at.

3. Menolak mengkafirkan orang musyrik atau menyangsikan kekafiran mereka bahkan cenderung membenarkan aliran mereka.

4. Berkeyakinan bahwa petunjuk selain Nabi Muhammad lebih sempurna dan lebih baik. Memandang hukum atau undang-undang lain lebih baik dari syariat Rasulullah serta lebih mengutamakan ajaran toghut (setan).

5. Membenci sunnah Rasulullah meskipun mengamalkannya.

6. Mengolok-olok sebagian dari agama yang dibawa Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam

7. Mengutamakan orang kafir serta memberikan pertolongan kepada orang musyrik lebih dari pertolongan yang diberikan kepada muslim

8. Beranggapan bahwa manusia bisa leluasa keluar masuk dari syariat Nabi Muhammad Shalallahu 'alahi wa sallam

“Dan barang siapa yang mencari agama lain selain dienul Islam maka dia tidak diterima amalnya, sedang di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imron 85)

9. Berpaling dari dienullah, karena tidak mau mempelajari atau bahkan tidak mau mengamalkannya

“Dan siapakah yang lebih dholim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu ia berpaling darinya. Sungguh kami akan memberikan pembalasan pada orang-orang yang berdosa.” (QS As Sajdah 22)

(Read More..)

Pikiran Awam dan Ahli

.

Pikiran Awam dan Ahli


Sebuah truk yang besar bergerak melewati jalan di bawah rel kereta api. Truk itu terjepit di antara jalan dan balok penyangga di atas. Semua usaha para ahli untuk membebaskannya tidak berhasil sehingga lalu lintas menjadi macet.

Seorang anak kecil berulang kali mencoba menarik perhatian mandor yang bekerja di situ, tetapi selalu dikesampingkan. Akhirnya dangan sangat gusar mandor itu berkata : ”Saya kira engkau datang untuk mengatakan kepadaku bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaan ini?”
“Ya”, kata anak itu. “Coba kempeskan sedikit ban truk itu”.

Dalam pikiran awam terdapat banyak kemuingkinan, dalam pikiran ahli hanya ada satu saja

(Read More..)

Kisah Nabi Yusya (Joshua) as

.

Kisah Nabi Yusya (Joshua) as


Setelah Nabi Musa as wafat, Nabi Yusya bin Nun as membawa bani Israel keluar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica. Kota Jerica adalah sebuah kota yang memiliki pagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi dan berpenduduk padat.

Suatu hari mereka bersepakat untuk menyerbu ke dalam, diiringi pekik takbir mereka berhasil menerobos ke dalam, di situ mereka mengambil rampasan perang dan membunuh dua belas ribu lawan. Mereka juga memerangi sejumlah raja-raja yang berkuasa di Syam. Hari itu hari Jumat dan peperangan belum juga usai. Sementara matahari sudah hampir tenggelam. Berarti hari Jumat akan segera berlalu dan hari Sabtu akan segera tiba. Padahal menurut syariat Nabi Musa pada hari Sabtu dilarang berperang. Nabi Yusya berkata, “Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Allah, begitu juga aku. Aku bersujud mengikuti perintah-Nya. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu!” Allah menahan matahari agar tidak terbenam sampai Nabi Yusya berhasil menaklukkan negeri itu.

Dari Abu Huroiroh, “Rasulullah bersabda: Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan hanya karena manusia, kecuali untuk Yusya. Yakni pada malam-malam dia ke Baitul Maqdis untuk berjihad.”

(Read More..)

Para Penghuni Neraka

.

Para Penghuni Neraka

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Neraka Jahannam kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A’raf 179)

(Read More..)

Akar Kesalahan

.

Akar Kesalahan


Ibnul Qoyyim Al Jauzi berkata : Akar kesalahan itu ada tiga. Pertama kesombongan, itulah yang menyebabkan Iblis mengalami apa yang ia alami. Kedua keserakahan itulah yang menjadikan Adam dikeluarkan dari surga. Ketiga kedengkian dan itulah yang menjadikan salah satu anak Adam membunuh saudaranya.

Maka barang siapa yang berlindung dari keburukan tiga akar kesalahan itu sesungguhnya ia telah melindungi dirinya sendiri dengan sebenar-benarnya. Karena kekafiran itu bersumber dari kesombongan, karena kemaksiatan itu sumbernya keserakahan, sedang kedholiman itu sumbernya kedengkin.

Selanjutnya sebab orang masuk neraka ada tiga. Pertama karena syubhat yang menyebabkan keraguan kepada agama Allah. Kedua karena syahwat yang menyebabkannya mengutamakan hawa nafsu dari pada taat kepada Allah dan keridhoan-Nya. Ketiga karena kemarahan yang melahirkan pertikaian sesama manusia.

(Read More..)
 
www.diensar.co.cc is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com