Jumat, 28 November 2008

Notulensi Dialog Pengajian Halal Bi-Halal ke-26 Diensar

. Jumat, 28 November 2008 .



Notulensi Dialog Pengajian Halal Bi-Halal ke-26 Diensar,
Watulimo, 2 Oktober 2008

Tema: Mempersiapkan generasi yang mandiri dan berkualitas
Pembicara: Ust. Afrohi Abdul Ghoni (UAAG)
Pembanding: Suharyoko (SHY)
Moderator/Notulen: Edi Susilo (ES)

A. PENGANTAR:

UAAG:

Secara filosofi berbagai lagu yang dikumandangkan oleh warga Diensar telah mengandung makna untuk menciptakan generasi mandiri dan berkualitas.

(QS: Luqman: 12-19), mengandung berbagai petunjuk kepada orang tua tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan keluarga.

QS Luqman (13): Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepada anaknya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar," karena menurut QS An-Nisa (36) : menyatakan bahwa kita dilarang menyekutukan Allah swt.

QS Luqman (17): Hai anakku, dirikanlah shalat, dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Orang sering melupakan shalat karena adanya kesibukan dunia (petani, pedagang, maupun pegawai).

Hikmah cerita anak dan orang tua yang bepergian dengan menunggang seekor keledai:

1.
Si orang tua naik keledai, anak menuntun: komentar orang: “orang tua yang tidak menyayangi anaknya”
2.
Si anak naik keledai, orang tua menuntun: komentar orang: “anak tidak berbakti kepada orang tuanya”
3.
Akan naik berdua, kapasitas tunggang keledai hanya satu orang
4.
Keledai dipikul berdua: komentar orang: anak dan orang tua, sama-sama gila.
ES:

Hikmah:
1. Anak harus berbakti kepada orang tua, orang tua harus menyayangi anaknya.
2. Diperlukan sebuah dialog antara orang tua dengan anak dalam mengambil keputusan.
3. Menyadari kekurangan, diperlukan kerjasama.
4. Semua tantangan adalah sumber-sumber kemandirian.

SHY: Untuk mencapai kemandirian, diperlukan sikap:
1. Disiplin terhadap waktu
2. Komitmen tinggi dan niat
3. Aja Dumeh (jangan menyombongkan diri)
4. Profesional

B. DISKUSI:

1. Hendri:

Kedudukan dirinya dalam dua status, yaitu sebagai anak dan juga sebagai bapak. Generasi yang akan menyiapkan generasi berikutnya. Bagaimana membimbing anak untuk shalat, sementara dirinya sendiri belum tertib shalat. Beliau merasa belum memiliki kemampuan kemandirian, dan masih belum jelas tentang pengertian kemandirian. Apa mandiri itu semua dikerjakan sendiri?.

UAAG:

Bahwa shalat akan menghindarkan diri dari perbuatan fasik dan munkar. Ini sumber kemandirian. Nabi Muhammad saw sebagai panutan (uswatun hasanah). Wudlu dan shalat hendaknya sesuai dengan apa-apa yang telah dicontohkan oleh rasul.

SHY:

Kita harus berpikir ke depan, menghadapi globalisasi. Diperlukan manajemen yang baik, karena itu selalu tulis dan kerjakan yang telah ditulis.

ES:

Pondasi kemandirian adalah agama, sebagaimana tadi sudah disampaikan oleh Pak Ustad. Sementara itu tiang-tiang kemandirian, sudah dijelaskan oleh Mas Yoko. Diensar perlu membangun “rumah” kemandirian. Jadi kita perlu memberikan atapnya.

2. Bapak Darminto:

Kita ditantang untuk memberikan atap dari “rumah” kemandirian. Karena itu satukan seluruh generasi, untuk membentuk organisasi Diensar ke depan.

3. Ibu Endang:

Berkeinginan kuat untuk naik haji. Lebih bahagia jika bisa bersama dengan suami. Namun belum merasa cukup persiapannya. Selain itu ingin menggunakan jilbab, jika sudah “siap”.

4. Bapak Mulyoto (Pak Lik Lurah):

Sebagai generasi tua sudah mengajak kepada yang muda untuk mengikuti tuntunan agama. Berulang kali sudah disampaikan kepada anak cucu, tetapi belum semua memberikan tanggapan positif. Dosa apa yang kami tanggung, dan bagaimana cara agar anjuran tersebut diperhatikan?


5. Luki:

Bagaimana adab memilih istri solehah. Siapa yang berkewajiban mendidik calaon istri. Apa kiat-kiat yang perlu dilakukan sebelum menikah.

Telah membuat Blog, dengan situs: http://www.diensar.blogspot.com/.

UAAG:

· Mohon dibacakan QS: An Nuur (31): Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (kepada wanita), anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.

Karena itu jilbabilah badanmu terlebih dahulu.

· QS: Al AHZAB (59): Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbanya (jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang, yang dapat menutup kepala, muka dan dada) ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Semua telah jelas kewajiban menggunakan jilbab, dan ada kewajiban bagi kita untuk menyebarluaskan penggunaan jilbab.

· Kewajiban mendidik calon istri adalah kedua orangtuanya. Calon suami boleh mendidik, tetapi tidak secara langsung, harus melalui kedua orang tuanya.

· Tidak ada dosa bagi orang tua yang telah memberikan nasehat kepada anaknya, meskipun anak tersebut tidak menjalankannya. Nabi Nuh juga mempunyai anak yang tidak memperhatikan nasehatnya, sehingga akhirnya anak Nabi Nuh tenggelam oleh air bah bersama dengan orang-orang lain yang tenggelam.


SHY: Kemandirian memerlukan disiplin, profesionalisme, dan manajemen. Selain itu harus selalu berpikir bagaimana pengelolaan organisasi Diensar ke masa depan.

ACARA SELESAI



Catatan Akhir Moderator:

Rangkuman diskusi:
Kemandirian diperlukan untuk menghadapi kehidupan yang semakin sulit.
Nilai-nilai dari Al. Quran perlu dipahami, dan dijadikan pedoman untuk seluruh aspek kehidupan.
Generasi Diensar ke depan harus lebih mandiri dan mampu bersaing secara etis dalam kehidupan nyata.
Diensar harus mencermati titik-titik lemah yang menjadi penghalang bagi terbentuknya kemandirian, baik pada tingkat individu maupun pada tingkat organisasi keluarga, untuk membangun Diensar yang lebih baik, dalam rangka menghadapi globalisasi.

Pola diskusi sebaiknya dilanjutkan, tema tetap tentang kemandirian, namun disambung dengan bertanggung jawab, sehingga tema tahun depan: “Membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab”:
Mandiri itu sedikit banyak berkaitan kepada kemampuan/keberanian seseorang untuk mengambil keputusan dengan menghitung resiko dari keputusan itu.
Kemandirian perlu diwujudkan pada tingkat individu, keluarga kecil (inti), keluarga besar, dan klan (dienasti).
Bertanggung jawab, artinya semua bentuk hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan lingkungannya, dipertanggungjawabkan kepada Allah swt.

Perlu regenerasi pada moderator (sudah tiga kali), diperlukan kader yang lebih muda.

Pembicara tidak harus dari luar Diensar, tetapi dengan porsi yang tetap, dimana pembicara satu didasarkan pada kajian keagamaan, dan pembicara lainnya didasarkan pada pengalaman praktis dalam kehidupan nyata, sesuai profesi yang bersangkutan.

Jika memungkinkan Diensar perlu website dan alamat email: diensar-group untuk ajang komunikasi.

Saya mengembangkan model pengajaran sistem amplop sebagai berikut:

HM
SA
BB
LA
A
K
K
C
M
Waktu

HM : Highest Morality (Bermoral Tinggi)
BB : Brightness Brain (Berotak Cerdas)
LA : Lecture Activity (Aktivitas Guru di awal waktu tinggi)
SA : Student Activity (Aktivitas Murid di akhir waktu tinggi)
A : Adaptable (mudah menyesuaikan diri)
K : Karakter bagus
K : Kreativitas tinggi
C : Cerdas
M : Mandiri




----------------------------Tanceb Kayon--------------------------------

0 komentar:

 
www.diensar.co.cc is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com